Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Senin, 17 Februari 2020

Penerimaan Piagam Penghargaan dan Sosialisasi Strategi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020

Sehubungan dengan telah berakhirnya TA. 2019 dan sesuai PMK Nomor 195/PMK.05/2018 tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran, KPPN Mataram melakukan pemantauan atas nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) seluruh satker di wilayah kerjanya dari sisi kesesuaian terhadap perencanaan, efektivitas & efisiensi pelaksanaan anggaran dan kepatuhan terhadap regulasi. Untuk TA.2019 BNN Provnsi NTB mendapatkan Peringkat-3 Terbaik untuk kategori Pagu Sedang ( 5M s/d 15M) dengan Nilai IKPA=98.01, Piagam Penghargaan diterima langsung oleh Kepala BNN Provinsi NTB (Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH.Msi) selaku KPA, disamping itu bagi 3 satker terbaik mendapatkan rewards berupa KARTU BEBAS ANTRIAN dalam penyampaikan SPP/SPM ke KPPN Mataram.Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Strategi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020 yang meliputi 3 (tiga) point yang meliputi ; 1. Peningkatan kualitas pelaksanaa anggaran a. Meneliti RKA_KL/DIPA b. Mempercepat pelaksanaan program/kegiatan/proyek c. Mempercepat proses Pengadaan Barang dan Jasa d. Mempercepat dan meningkatkan ketepatan penyaluran dana bansos dan banper e. Meningkatkan kualitas Belanja Pegawai melalui efisiensi dan efektivitas (value for money) 2. Peningkatan kinerja pelaksanaan anggaran berdasarkan Penilaian IKPA a. Melakukan penyesuaian perencanaan dan pelaksanaan anggaran b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan c. Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi d. Meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan 3. Peningkatan kualitas monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran a. Meneliti RKA-KL / DIPA Tahun 2020 b. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan c. Memantau capaian output strategi & menyampaikan informasi ke KPPN d. Melakukan identifikasi atas kendala e. Menyusun tindak lanjut dan rencana penyelesaian atas kendalaDisamping itu juga disampaikan reformulasi IKPA 2020 dengan penyajian 13 indikator pada Om-SPAN.#NTBTolakNarkoba #stopnarkobaTelf/sms/WhatsApp : 085238944442 Twiter/YouTube/IG : infobnn_prov_ntb Email : bnnp_ntb@bnn.co.id Facebook : infobnnprovntb Website : https//ntb.bnn.co.id


Kamis, 13 Februari 2020

BNNP NTB blender Shabu 4 milyar

BNN Provinsi NTB melalui Bidang Pemberantasan menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti Narkotika Jenis Shabu seberat ±2kg (13/2/2020) bertempat di halaman Kantor BNNP NTB dimana barang bukti tersebut merupakan hasil ungkap Bidang Pemberantasan BNNP NTB pada tanggal 4 Januari 2020 yang lalu.Pada kegiatan pemusnahan barang bukti Narkotika ini turut mengundang Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan seluruh pejabat OPD Provinsi NTB dan Stakeholders terkait serta insan pers baik cetak, elektronik dan online;Kedatangan Gubernur NTB disambut langsung oleh Kepala BNN Provinsi NTB, Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, M.Si, sebelum memulai acara Kepala BNNP NTB berkesempatan mengajak Gubernur NTB untuk mengunjungi layanan di Kantor BNNP NTB termasuk Rutan BNNP NTB, acara pemusnahan diawali dengan kata sambutan Kepala BNNP NTB, sambutan Gubernur NTB dan dilanjutkan dengan proses pemusnahan barang bukti yang disaksikan langsung oleh para tersangka;Jumlah barang bukti narkotika jenis shabu yang disita seberat 2.002,95 gram (bruto), setelah dikurangi dengan bungkus dan disisihkan untuk uji lab, sehingga total jumlah barang bukti yang dimusnahkan seberat 1.969,44 gram, dan bila diuangkan maka harga shabu ini sekitar Rp. 4 milyard karena harga shabu pergram mencapai Rp. 2jt di masyarakat, apalagi ini kualitas bagus, tegas Sugianyar.Pemusnahan dilakukan dengan proses barang bukti narkotika jenis shabu dicampur air dan oli, lalu di blender selanjutnya di kubur dalam tanah, kegiatan ini disaksikan langsung oleh kedua tersangka Fery Firmansyah dan Ricco Setiawan yang telah didampingi pengacara.Keberhasilan BNNP NTB ini diapresiasi langaung oleh Gubernur NTB dan dengan keberhasilan BNN dalam upaya menekan Suplay narkotika jenis Shabu seberat 2 Kg ini, BNN telah berhasil menyelamatkan 12 ribu masyarakat NTB. #NTBTolakNarkoba#stopnarkobaTelf/sms/WhatsApp:085238944442Twiter/YouTube/IG: infobnn_prov_ntbEmail: bnnp_ntb@bnn.co.idFacebook : infobnnprovntbWebsite : https//ntb.bnn.co.id



Rabu, 22 Januari 2020

wujudkan WBK/WBBM, BNNP NTB Koordinasi ke BNNP Jatim

Guna terwujudnya WBK/WBBM (Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, Kepala BNNP NTB didampingi Kabag Umum dan Kepala BNNK Mataram beserta Kasubbag Adm dan Kasubag Perencanaan melakukan koordinasi ke BNNP Jatim (20 Januari 2020) yang dianggap sebagai pilot project pelaksanaan ZI (Zona Integritas) di lingkungan BNN RI.Kedatangan Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. GDE SUGIANYAR DWI PUTRA SH, M.Si, beserta rombongan disambut langsung Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang P beserta Kabag Umum dan para Kabid sembari mengajak berkeliling kantor BNNP Jatim guna menyampaikan sejauhmana pencapaian fisik dalam mendukung mewujudkan ZI di lingkungan BNNP Jatim.Setelah berkeliling Kepala BNNP Jatim mengajak rombongan menuju ruang rapat Kepala BNNP guna penyampaian paparan, dalam materinya Kepala BNNP Jatim menyampaikan bahwa dalam upaya mencapai Zona Integritas (ZI) BNNP Jatim membutuhkan waktu 2 tahun bagi pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.Bambang P. Menegaskan Komponen apa saja yang harus dibangun oleh BNNP dalam strategi pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM, Terdapat enam komponen pengungkit yang harus dibangun oleh instansi pemerintah dalam pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM, keenam komponen tersebut harus terbentuk Tim Pokja dengan penjelasan sebagai berikut:a. Manajemen Perubahan, b. Penataan Tatalaksana, c. Penataan Sistem Manajemen SDM, d. Penguatan Akuntabilitas Kinerja, e. Penguatan Pengawasan, dan f. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. #NTBTolakNarkoba #stopnarkoba Telf/sms/WhatsApp : 085238944442 Twitter/Youtube/IG : infobnn_prov_ntb email : bnnp_ntb@bnn.go.id Facebook : infobnnprovntb Website : https//ntb.bnn.go.id


Selasa, 14 Januari 2020

Kepala BNN RI Minta Dukungan Menko PMK Terkait Rehabilitasi

BNN.GO.ID - Jakarta, Penanganan masalah narkotika bukan hanya masalah pemberantasan atau pemutusan suplai narkotika yang masuk ke Indonesia saja, namun yang tak kalah penting adalah masalah pengurangan permintaan (demand reduction). Salah satu langkah pengurangan permintaan adalah melalui upaya rehabilitasi para pecandu narkotika.Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Kepala BNN Drs. Heru Winarko dan Menko PMK Prof. Muhadjir Effendy di ruang rapat Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Jakarta pada Selasa (14/01). Pada kesempatan itu Kepala BNN didampingi oleh Deputi Rehabilitasi, Deputi Pencegahan, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Hukum dan Kerjasama serta Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI.Kepala BNN juga menyampaikan permasalahan di daerah terkait pengalih fungsian tempat-tempat rehabilitasi milik Dinas Sosial. Hal tersebut dapat terjadi terkait kebijakan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dimana Dinas Sosial tidak memiliki wewenang dalam urusan rehabilitasi, karena hal tersebut merupakan domain pusat termasuk pembiayaannya.Solusi terhadap masalah tersebut menurut Heru dapat dilakukan salah satunya melalui dukungan dari Menko PMK untuk membuat undang-undang baru atau membuat kebijakan agar dinas-dinas sosial yang berada di daerah dapat melaksanakan kegiatan rehabilitasi. Dengan demikian tempat rehabilitasi milik Dinas Sosial dapat difungsikan kembali.Lebih jauh Heru mengungkapkan permasalahan tempat rehabilitasi menjadi lebih kompleks ketika penerapan pasal 127 undang-undang nomor 35 tentang narkotika, tentang pelaksanaan rehabilitasi dilakukan. "Kami pernah mengadakan pertemuan untuk persamaan persepsi dengan para penegak hukum tentang penerapan pasal 127, disitu kami menemukan kendala ketika pasal 127 diterapkan, para pecandu mau direhabilitasi dimana, sedangkan tempat rehabilitasi milik BNN terbatas", ungkap Heru. Oleh karena itu Heru berharap panti-panti rehabilitasi yang dimiliki oleh Dinas Sosial dapat dimanfaatkan, dengan standar yang telah ditetapkan.Secara tegas setelah melihat kondisi tersebut, Muhadjir akan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan oleh Kepala BNN RI. "Pada prinsipnya kami akan mendukung penuh dan akan menindaklanjuti apa yang menjadi permasalahan tersebut", kata Muhadjir yang pernah menjadi menteri Pendidikan pada periode pertama presiden Joko Widodo.BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN #bersinar


Sabtu, 4 Januari 2020

Bawa 2 Kg Sabu Via Udara, Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Disikat BNNP NTB

BNNP NTB berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis Shabu di Sengigi, Lobar, NTB, pada Sabtu (4/1). Shabu tersebut dibawa oleh seorang penumpang pesawat dari Aceh berinisial RR menuju Mataram. Petugas Bidang Pemberantasan BNNP NTB mengamankan satu orang pembawa Shabu, dan dua orang yang menjemputnya. Total Shabu yang disita dari jaringan ini adalah 6 paket seberat 2 Kg (Bruto).Dalam keterangan yang didapat pada Senin (6/1), Kepala BNNP NTB, Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH., M.Si. mengatakan pihaknya telah lama melakukan penyelidikan untuk kasus ini. Bahkan, salah satu pelaku berinisial RR (penumpang dari Aceh yang membawa Shabu) sudah lama menjadi incaran BNNP NTB.Sugianyar mengatakan, kasus ini berawal dari adanya informasi tentang peredaran Shabu dari Aceh ke Mataram. Pelaku diketahui membawa Shabu menggunakan transportasi pesawat dari aceh yang setibanya di mataram akan diserahkan kepada pemesan / penerima atas nama FF, Sekira pukul 11.15 wita petugas mengamankan 3 orang yang dicurigai telah melakukan serah terima barang diduga natkotika jenis shabu dipinggir Jalan Raya Senggigi didepan Hotel Aruna Senggigi dan setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti narkotika jenis shabu sebanyak 6 paket bungkus plastik yang diperkirakan berat bruto ± 2 (dua) Kilogram.Gde mengatakan, para pelaku diancam dengan "Pasal 114 (2) atau pasal 112 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika". dengan ancaman pidana mati.Humas BNNP NTB #stopnarkoba #NTBTolakNarkoba #bersinar


Sabtu, 9 November 2019

Razia Deteksi Dini, BNNP NTB jaring 14 Remaja positif Narkoba

Berdasarkan informasi dari masyarakat terkait maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja khususnya pengguna jasa Game Online/Warnet/Playstation yang buka 24 jam di Kota Mataram, Kepala BNNP NTB Brigjen. Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH, M.Si. beserta stafnya melakukan Razia (8/11) dalam rangka Deteksi Dini ancaman bahaya narkoba di lingkungan masyarakat;Lokasi yang menjadi sasaran razia petugas kali ini sebanyak 6 (enam) jasa/penyewaan Game Online/Warnet/Playstation yang buka 24 jam di Kota Mataram dan dari 132 orang pengunjung yang di lakukan tes urine terdapat 14 orang yang positif menggunakan narkotika dengan rincian Game Play Gomong: 2 orang, King Jl. Panjitilar: 3 orang, Warnet Vex Jl. Swakarya 3 orang, Game Play Jl. Swakarya: 3 orang, Dede Net Jl. Merdeka : 1 orang dan Joker Jl. Majapahit  : 2 orang. Dalam pelaksanaan razia tersebut Kepala BNNP NTB menemukan langsung banyak pelajar yang bermain gameonline dan internet diatas jam 12 malam diantaranya ada 3 orang anak kelas 4 SD, dari hasil razia yang dilakukan kondisi ini sangat memprihatinkan kita, sebagian besar warnet digunakan kegiatan game online yang beroperasi 24 jam, hal ini berpotensi besar sebagai bagian dari peredaran dan pemakaian narkoba, BNNP NTB akan berkoordinasi dengan Pemda terkait regulasi, perijinan dan pengawasan warnet di Kota Mataram tegas Sugianyar. selain pelajar, petugas juga menahan 2 orang yang postif menggunakan narkoba dan pada dirinya ditemukan peralatan untuk menggunakan shabu lengkap beserta plastik pembungkus, saat ini 14 remaja yang positif menggunakan narkotika tersebut dibawa oleh petugas ke kantor BNNP NTB selanjutnya dilakukan assessment untuk direhabilitasi #NTBTolakNarkoba#stopnarkoba Telf/sms/WhatsApp     :    085238944442Twitter/Youtube/IG      :    infobnn_prov_ntb email                             :    bnnp_ntb@bnn.go.idFacebook                       :    infobnnprovntbWebsite : https//ntb.bnn.go.id



Rabu, 13 November 2019

Press Release BNNP NTB TW III (Juli s.d September) Tahun 2019

BNN Provinsi NTB melalui Humasnya menggelar kegiatan Press Release TW III (Juli s.d September) Tahun 2019 bertempat di sekretariat GPAN Taman Ayu, Dusun Bongor, Kec. Gerung Kab. Lobar (13/11). Kegiatan Press Release dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Program Layanan Hubungan Masyarakat dan Informasi pada Bagian Umum BNNP NTB T.A. 2019 dengan mengundang 25 orang Jurnalis baik Media Cetak, Elektronik, dan Online; Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si. dalam materinya menyampaikan Hasil Pencapaian Kinerja BNN Provinsi NTB dan Jajarannya periode TW III (Juli s.d September) Tahun 2019 dengan rincian:BIDANG PENCEGAHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT:

  • jumlah kegiatan Bidang pencegahan sebanyak 436 kali kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 923.731 orang;
  • jumlah kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat sebanyak 113 kali kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 999 orang.
BIDANG REHABILITASI:
  • layanan rehabilitasi instansi pemerintah sejumlah 883 orang klien yang dilayani;
  • Capaian Layanan Rehabilitsi Komponen Masyarakat tahun 2019 sebanyak 149 klien;
  • Karakteristik Klien menurut kedatangan Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota sebanyak 411 klien terdiri dari VOULUNTARY sebanyak 351 klien dan COUMPULSARY sebanyak 60 Klien;
  • Karakteristik Klien yang menonjol Berdasarkan Jenis Usia Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota untuk dibahawh umur 15 tahun sebanyak 30 klien, umur 15-20 TAHUN sebanyak 182 klien dan 21-25 TAHUN sebanyak 94 klien;
  • Karakteristik Klien yang menonjol Berdasarkan Pendidikan Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota untuk pendidikan SMA 184 orang klien dan SMP sebanyak 135 klien;
  • Karakteristik Klien menurut jenis Zat Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota jenis shabu sebanyak 393 klien;
DATA TERKAIT BIDANG PEMEBRANTASAN
  • hasil pengungkapan kasus Narkotika BNNP NTB periode bulan Januari s.d Oktober 2019 sebanyak 6 LKN, 7 TSK dan BB sebanyak 1,7 Kg SHABU.
maksud dan tujuan kegiatan Press Release TW III Tahun 2019 dilaksanakan di Skretariat GPAN Taman Ayu, Dusun Bongor Desa Taman Ayu, Gerung Lobar dalam rangka memberikan dukungan dan apresiasi BNNP NTB kepada GPAN Taman Ayu, Dusun Bongor, Kec. Gerung Kab. Lobar dalam upaya P4GN di lingkungannya guna dijadikan contoh bagi Desa-Desa lain di Provinsi NTB dalam memerangi Narkoba, sehingga dalam kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan dukungan berupa buku bacaan tentang P4GN, lefleat, stiker, mini benner, poster, plakat dll sekaligus sertifikat penggiat anti narkoba kepada bro Ketua GPAN dan Kepala Desa Taman Ayu, Kec. Gerung Kab. Lobar.https://ntb.bnn.go.id/pencegahan/pemda-lombok-barat-membawa-21-remaja-untuk-rehab-di-bnnp-ntb/ #NTBTolakNarkoba#stopnarkoba Telf/sms/WhatsApp   :   085238944442Twitter/Youtube/IG   :   infobnn_prov_ntb email                       :   bnnp_ntb@bnn.go.idFacebook                 :   infobnnprovntbWebsite : https//ntb.bnn.go.id
2. Press Release HASIL CAPAIAN BNNP NTB 13 november 2019


Minggu, 24 November 2019

Pengunjung Warnet dan Playstation di Praya Kabupaten Loteng di tes urine BNN

Bada Narkotika Nasional Provinsi NTB dan jajarannya sangat serius memerangi narkoba di Provinsi NTB, setelah melakukan Deteksi Dini Penyewaan Game Online/Warnet/Playstation di Kota Mataram tanggal 8 dan 22 November 2019, kini BNN Provinsi NTB melaksanakan Razia bagi para pengunjung Penyewaan Game Online/Warnet/Playstation di Kabupaten Lombok Tengah (23/11);Kepala BNNP NTB Brigjen. Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH, M.Si. memimpin langsung kegiatan ini dan menyisir 6 lokasi antara lain Wide Net, Nano Net, Telkom Praya, R Game Playstation, Fery Net, dan G max dengan hasil dari total 91 orang pengunjung yang dilakukan tes urine teradapat 11 orang yang positif menggunakan narkotika jenis shabu, dengan rincian : G max net Praya sebanyak 3 orang positif Met, Fery net Praya sebanyak 1 orang positif Met, Telkom Praya sebanyak 3 orang positif Met, dan Nano Net Jl. Jend Sudirman no. 89c Praya sebanyak 4 orang positif met. Dalam wawancaranya Kepala BNNP NTB menyampaikan bahwa hal yang menonjol dari Razia kali ini yakni dari 11 orang yang positif menggunakan shabu tersebut masih ditemukan 2 orang pelajar yakni SMA kelas 1 dan SMP kelas 3 serta rata-rata warnet di Praya belum memiliki ijin yang sah dari pemerintah, kurangnya perhatian dan pengawasan keluarga mengakibatkan adik-adik kita menggunakan narkoba dan menggunakan jasa Penyewaan Game Online/Warnet/Playstation untuk menghabiskan waktu setelah menggunakan narkoba pada salah satu penyewaan Warnet di Kabupaten Lombok Tengah petugas menemukan 2 poket shabu yang di buang oleh pengunjungnya tegas Sugianyar; Saat ini ke-11 remaja yang positif menggunakan narkotika tersebut dibawa oleh petugas ke kantor BNNP NTB selanjutnya dilakukan assessment untuk direhabilitasi. #NTBTolakNarkoba #stopnarkoba


Terkini



Senin, 11 November 2019

Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawn Tahun 2019 di BNNP NTB

Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawn Tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 11 November 2019 bertempat di Halaman Kantor BNN Provinsi NTB dan diikuti seluruh pegawai BNN Provinsi NTB, Upacara Bendera Hari Pahlawan kali ini mengusung tema Aku Pahlawan Masa Kini dimana tujuan Upacara ini dilaksanakan dalam rangka Mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan; Kepala BNNP NTB Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH, M.Si selaku Pembina upacara saat membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI, mengajak seluruh pegawai untuk lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno yang menyatakan bahwa "Hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar. Selain itu peringatan Hari Pahlawan ini agar selalu dikomandangkan pada setiap saat melakukan sosialisasi guna membangkitkan semangat berinovasi bagi anak - anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini. Hal ini sesuai tema peringatan hari pahlawan "Menjadi Pahlawan Masa Kini". Kepala BNNP NTB Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH, M.Si juga menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki semangat seperti pahlawan kita, salah satu contoh kecil menjadi pahlawan masa kini adalah sebagai Penggiat Anti Narkoba kegiatan itu juga berjuang dan berperang melawan narkoba, tentunya perlu semangat juang seperti para pahlawan agar kita dapat menang melawan narkoba, tegas gianyar. #NTBTolakNarkoba#stopnarkoba Telf/sms/WhatsApp   :   085238944442Twitter/Youtube/IG   :   infobnn_prov_ntb email                       :   bnnp_ntb@bnn.go.idFacebook                 :   infobnnprovntbWebsite : https//ntb.bnn.go.id https://youtu.be/g7Tjk8x72ns



Jumat, 4 Oktober 2019

Apresiasi Presiden Jokowi untuk para Menteri di Sidang Kabinet Paripurna

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Kabinet Kerja atas kerja keras yang telah dilakukan selama lima tahun ke belakang. Bersama dengan jajarannya, Kepala Negara pada Kamis, 3 Oktober 2019, menggelar sidang kabinet paripurna dengan bahasan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN 2020 di Istana Negara, Jakarta."Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua menteri, semua kepala lembaga, atas kerja kerasnya selama lima tahun ini dalam membantu saya dan Bapak Jusuf Kalla dalam menjalankan visi dan program-program prioritas kita bersama," ujar Presiden dalam sidang kabinet itu.Saat pertama memimpin kabinet pada 2014 silam, Presiden mengatakan bahwa para menteri dan kepala lembaga negara dalam menjalankan tugasnya tidak sedang menjalankan visi dan misi masing-masing. Melainkan secara bersama menjalankan dan menyukseskan satu visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden agar semuanya berjalan beriringan menuju satu tujuan yang jelas."Kita lihat alhamdulillah dalam lima tahun ini telah banyak yang kita kerjakan dengan berbagai keterbatasan-keterbatasan yang ada dan juga masih banyak saya lihat masih ada pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan," kata Presiden.Dalam lima tahun terakhir, Presiden melanjutkan, pemerintah telah menyusun fondasi bagi pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan merata. Reformasi di bidang fiskal juga dilakukan pemerintah sehingga APBN menjadi semakin sehat dan semakin mandiri."Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesiasentris, bukan Jawasentris, dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur," imbuhnya.Selain itu, reformasi terhadap program perlindungan sosial dan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan juga diupayakan sehingga dapat menyentuh kurang lebih 40 persen masyarakat lapisan bawah.Ke depannya, Kepala Negara melihat adanya ruang bagi perbaikan dan peningkatan. Seperti halnya reformasi struktural yang telah dilakukan dalam beberapa tahun ke belakang yang dinilainya masih harus terus diupayakan dalam periode berikutnya."Memang belum besar-besaran sehingga kita harapkan nanti di lima tahun ke depan kita akan melakukan reformasi struktural ini secara besar-besaran dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas banyak aturan prosedur yang menghambat, yang berbelit-belit, yang kita punyai saat ini," ucapnya.Lebih jauh Presiden juga menegaskan bahwa fokus kerja pemerintah pada tahun anggaran 2020 mendatang ialah melakukan pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara besar-besaran tanpa meninggalkan program pembangunan infrastruktur yang telah dimulai lima tahun lalu."Karena itu saya minta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang menjadi fondasinya, sudah disusun selama lima tahun ini, bisa kita lanjutkan dan juga program pelatihan kewirausahaan, entrepreneurship, yang dimiliki masing-masing kementerian dan lembaga bisa disinergikan," tandasnya.Jakarta, 3 Oktober 2019 Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat PresidenErlin Suastini


Selasa, 1 Oktober 2019

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 di Lingkungan BNN Provinsi NTB

BNN Provinsi NTB melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019, senin tanggal 1 Oktober 2019 bertempat di Halaman Kantor BNNP NTB yang diikuti oleh seluruh Pegawai di Lingkup BNNP NTB.Peringatan hari kesaktian Pancasila pada 1 Oktober tahun ini mengambil tema, Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia.Upacara kali tahun ini diwajibkan membacakan IKRAR yang berisikan:Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

  • bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;
  • bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;
maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Acara berjalan dengan tertib dan lancar. Terimakasih.#NTBTolakNarkoba #stopnarkoba


Selasa, 11 Juni 2019

BNN PROVINSI NTB SITA 800 GRAM SABU DARI TANJUNG PINANG

 Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB berhasil melakukan pengungkapan kasus Narkotika Jenis Sabu-Sabu pada hari Selasa, (28/5), seberat ±800 Gram pada 2 (dua) lokasi yang berbeda yakni Kantor Cabang TIKI Mataram Jl. Anyelir No. 1 Mataram dan Hotel Nutana Jl. Airlangga No. 14 Kec. Mataram, terhadap 2 (dua) orang tersangka dengan identitas sebagai berikut:

  1. JM, (pria, umur 36 thn, Jakarta, 27 Oktober 1983, Islam, Manado, Wiraswasta, alamat Bojongsari RT/RW 002/010 Kota Depok);
  2. TT als AR, (pria, umur 37 thn, Selong, 6 April 1982, Islam, Sasak, Wiraswasta, alamat Sandubaya RT 2, Kec. Selong, Kab. Lotim).
Kronologis KejadianPada hari Minggu, tanggal 26 Mei 2019, petugas BNNP NTB mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman paket shabu-shabu dari Jakarta dengan tujuan seseorang dengan alamat Jl. Prabu No 43 Praya Loteng, namun setelah petugas melakukan penyelidikan terhadap alamat tersebut tidak ditemukan alamat sebagaimana yang telah disebutkan.Pada hari Selasa, tanggal 28 Mei 2019 sekira Pukul 13.10 Wita, petugas BNNP NTB telah melakukan penangkapan terhadap TSK an. JM yang dilakukan pada saat yang bersangkutan mengambil paketan di kantor TIKI Cabang Mataram dimana paketan yang diambil sebanyak 4 (empat) paket sebagaimana no resi penerima barang yang telah di tandatangani oleh tersangka, dimana tertera pengirim dari BAGGY OLSHOP TANJUNG PINANG dan penerima kepada YOSI Jl. Prabu No. 43 Praya LOTENG, setelah dilakukan penggeledahan terhadap 4 (empat) paket tersebut adalah masing-masing berupa tas perempuan yang masing-masing tas berisikan 2 (dua) bungkus pelastik sehingga keseluruhan berjumlah 8 (delapan) bungkus plastic diduga Narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan sekitar 800,50 gram.Terhadap tersangka dan BB tersebut, sekira Pukul 17.45 Wita, petugas BNNP NTB melakukan pengembangan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap penerima an. TT als AR di Loby Hotel Nutana Jl. Airlangga No. 14 Kec. Mataram, pelaku ditangkap setelah menerima paketan dari hasil sitaan saudara JM, setelah dilakukan penggeledahan terhadap penerima tersangka TT als AR, petugas menemukan 1 (satu) kotak permen HAPPYDENT COOL WHITE yang didalamnya berisikan 3 (tiga) plastic klip bening yang berisikan natkotika jenis shabu dengan berat bruto keseluruhan sekitar 11,95 gram, kemudian didapatkan lagi di dalam tas pelaku 1 (satu) bungkus plastic bening yang berisikan narkotika jenis Shabu dengan berat bruto sekitar 0,67 gramBarang Bukti yang disita:Narkotika jenis Shabu dengan berat:
  • 8 (delapan) bungkus plastic diduga Narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan 800,50 gram;
  • 3 (tiga) plastic klip bening yang berisikan natkotika jenis shabu dengan berat bruto keseluruhan 11,95 gram;
  • 1 (satu) bungkus plastic bening yang berisikan narkotika jenis Shabu dengan berat bruto 0,67 gram.
Ancaman:
  • Pidana Mati;
  • Pidana Penjara Seumur Hidup;
  • Pidana Penjara minimal 6 Tahun, maksimal 20 Tahun;
  • Denda Minimal 1 Milyard, maksimal 10 Milyard.
Kini kedua tersangka yang berhasil ditangkap telah diamankan BNN Provinsi NTB, untuk pasal yang dilanggar oleh tersangka JM dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) atau 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1)  UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika sedangkan tersangka TT als AR dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) atau 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 


Jumat, 26 Juli 2019

BNN Provinsi NTB menggelar Acara Pisah Sambut Kepala Tahun 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar acara Pisah Sambut Pejabat Kepala BNNP NTB yang lama Brigadir Jenderal Polisi Muhamad Nurochman SIK dan Pejabat kepala BNNP NTB yang baru Kombes Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH. M.Si Jumat (26/7) bertempat di Halaman Kantor BNNP NTB Jalan dr Soedjono Lingkar Selatan Mataram, kegiatan internal ini dihadiri oleh para Pejabat Utama dan Kepala BNNK yang didampingi para Isteri serta seluruh personel BNN Provinsi NTB;Sebagaiamana Surat Keputusan Kepala BNN RI Nomor: KEP/507/VII/KA/KP.04/2019/BNN tanggal 16 Juli 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan jabatan di Lingkungan BNN, dimana sertijab telah dilakukan, sertijab dilakukan di Jakarta pada hari Jumat (16/7) yang lalu dan dipimpin langsung Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko, SH.Acara Pisah Sambut Kepala BNN Provinsi NTB diawali dengan acara penyampaian kesan-kesan dari perwakilan personel BNNP NTB oleh Kabag Umum BNNP NTB Tasripin Aks.MH, disampaikan bahwa selama kepemimpinan Bapak Nurochman, BNNP NTB terus mengalami kemajuan dalam upaya P4GN di NTB terutama dalam mengandeng dan bersinergi dengan berbagai pihak di Pemrov. NTB, acara dilanjutkan dengan pemutaran Video yang menampilkan dokumentasi kegiatan Brigadir Jenderal Polisi Muhamad Nurochman SIK selama menjabat di BNNP NTB sejak November 2018 hingga Juli 2019, dimana dalam tayangan ini diselingi cuplikan kesan para Pejabat Utama BNNP NTB, Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan sambutan Pejabat lama dan pejabat baru;Dalam sambutannya Brigadir Jenderal Polisi Muhamad Nurochman SIK menegaskan kepada Pejabat Kepala BNNP NTB yang baru Kombes Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH. M.Si bahwa dalam bekerja, para personel BNNP NTB dan jajaran sudah tidak usah diragukan lagi, karena seluruh pegawai adalah pekerja keras, hal ini perlu dipertahankan bahkan harus ditingkatkan dibawah kepemimpinan pak Gde serta saya yakin mampu mencapai target P4GN di Provinsi NTB,  kepada para pegawai Nurochman berpesan agar dapat mengambil hal positif selama ia menjabat dan membuang bila ada hal yang tidak sesuai “saya selaku pribadi mohon maaf bila selama ini ada hal yang kurang berkenan namun sebagai pimpinan saya katakana itu adalah tugas dan tanggung jawab saya” tegas Nurochman;Pada sambutan Kepala BNNP NTB yang baru, Kombes Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH. M.Si menyampaikan bahwa beliau sangat senang bisa berada ditengah-tengah keluarga besar BNNP NTB, setelah menyampaikan riwayat singkat jabatannya, Gde berharap seluruh staf dapat bekerjasama bila nanti dalam pelaksanaan tugas ada sesuatu yang ingin didiskusikan “kita terbuka saja, nanti disampaikan kepada saya” pesannya.Puncak acara ini adalah penyerahan Memori Serahterima Jabatan Kepala BNNP NTB dimana memori ini menyajikan informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan institusi, baik yang telah dilaksanakan, sedang dilaksanakan ataupun yang belum dilaksanakan sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan dan pengembangan berbagai hal guna peningkatan kinerja institusi oleh pejabat pengganti.  Setelah penyerahan Memory Sertijab tersebut acara diakhiri dengan penyerahan cindramata serta dilanjutkan dengan acara ramah-tamah dan foto bersama.  Hasil wawancara dengan pelaksana bidang kehumasan BNNP NTB saudara Charlie Gustaf mengatakan bahwa “Acara berjalan dengan penuh sukacita terlebih Bapak Nurochman sudah sangat dekat dihati para pegawai, hal yang sangat berkesan bagi seluruh pegawai selama masa jabatannya adalah beliau telah membangun sebuah Musholla di Kantor ini dengan menggunakan biaya sendiri, hal ini menunjukan bahwa beliau menanamkan kepada seluruh personel bahwa dalam melaksanakan tugas juga harus diimbangi dengan nilai-nilai religius sehingga bisa mempertanggungjawabkan baik dunia maupun akherat, sedangkan bagi Bapak Kepala yang baru Kombes Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH. M.Si., kami ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dan kami seluruh personel siap melaksanakan tugas dan perintah mewujudkan NTB yang gemilang dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika” ucapnya.


Rabu, 17 Juli 2019

BNN Provinsi NTB musnahkan 800 gram Shabu

Pemusnahan barang bukti seberat 800 gram oleh BNN Provinsi NTB merupakan barang bukti dari  kasus narkotika dengan Kasus Narkotika yang terjadi Pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 di dua TKP yang berbeda yakni sekira pukul 13.10 Wita di Kantor Cabang TIKI Mataram Jalan Anyelir No 1 Mataram dengan Tersangka JEMMY DWI KURNIA PUTRA P als JEMMY dan sekira pukul 17.45 Wita di Loby Hotel NUTANA Jalan Airlangga No 14 Kota Mataram, yang melibatkan tersangka atas nama TATANG APRINADI Als TATANG Als ARI Berupa:1. Jenis dan jumlah barang bukti yang disisihkan untuk dilakukan uji lab di Badan POM RI Mataram dan disisihkan untuk bukti persidangan:

  • TSK TATANG sebanyak 4 (empat) bungkus plastic klip bening yang diduga narkotika jenis shabu berat bruto keseluruhannya 11,95 (sebelas koma Sembilan puluh lima) dan setelah dikurangi dengan pembungkusnya didapatkan berat bersih keseluruhan 9,93 (Sembilan koma Sembilan puluh tiga) gram. disisihkan untuk dilakukan untuk uji lab dengan berat bersih keluruhnya 0,63 (nol koma enam tiga) gram.
  • TSK JEMMY sebanyak 8 (depalan) bungkus plastic klip bening yang diduga narkotika jenis shabu berat bruto keseluruhannya 800,50 (delapan ratus koma lima puluh) dan setelah dikurangi dengan pembungkusnya didapatkan berat bersih keseluruhan 781,05 (tujuh ratus delapan puluh satu koma nol lima) gram. disisihkan untuk dilakukan untuk uji lab dengan berat bersih keluruhnya 3,07 (tiga koma nol tujuh) gram.
2. Jenis dan jumlah barang bukti “YANG DI MUSNAHKAN”:Sehingga setelah disisihkan untuk uji lab dari keseluruhan barang bukti sebanyak 12 (dua belas) bungkus plastic klip bening yang masing-masing klip berisikan Kristal bening narkotika jenis shabu, yang tiap-tiap paket berisi Kristal bening narkotika jenis Shabu dengan berat bersih keseluruhan 777,98 (BB dari TSK JEMMY) ditambah 9,02 (BB dari TSK TATANG) menjadi 787 (Tujuh ratus delapan puluh tujuh) gram yang selanjutnya akan dimusnahkan.pemusnahan barang bukti Narkotika jenis Shabu ini disaksikan oleh perwakilan instansi terkait, para wartawan dan para rekan wartawan, pemusnahan dilakukan dengan cara mencampur dengan Air dan Oli selanjutnya di blender dan kubur, dengan dimusnahkannya seluruh barang bukti ini, maka BNN Provinsi NTB berhasil menyelamatka 8000 nyawa warga Provinsi NTB.


Rabu, 17 Juli 2019

Press Release BNN Provinsi NTB periode TW II (April s.d Juni) Tahun 2019

BNN provinsi NTB melaksnakan kegiatan Press Release Hasil Pencapaian Kinerja BNN Provinsi NTB dan Jajarannya periode TW II (April s.d Juni) Tahun 2019 Rabu (17/7) bertempat di Loby Kantor BNN Prov. NTB dengan mengundang 25 orang Jurnalis baik Media Cetak, Elektronik, dan Online dalam rangka pelaksanaan Program Layanan Hubungan Masyarakat dan Informasi pada Bagian Umum BNNP NTB T.A. 2019.Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Muhamad Nurochman, S.I.K. sebagai Narasumber dalam materinya menyampaikan Hasil Pencapaian Kinerja BNN Provinsi NTB dan Jajarannya periode TW II (April s.d Juni) Tahun 2019 dengan penjelasan sebagai berikut:1. BIDANG PENCEGAHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT:

  • jumlah kegiatan Bidang pencegahan sebanyak 423 kali kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 656.602 orang;
  • jumlah kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat sebanyak 62 kali kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 819 orang.
  • Kawasan Rawan Narkoba Prov. NTB berstatus bahaya sebanyak 6 kecamatan.
 2. BIDANG REHABILITASI:
  • layanan rehabilitasi instansi pemerintah sejumlah 511 orang klien yang dilayani;
  • Capaian Layanan Rehabilitsi Komponen Masyarakat tahun 2019 sebanyak 92 klien;
  • Karakteristik Klien menurut kedatangan Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota VOULUNTARY sebanyak 222 klien dan COUMPULSARY sebanyak 44 Klien;
  • Karakteristik Klien Berdasarkan Jenis Usia Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota untuk umur 15-20 TAHUN sebanyak 106 klien dan 21-25 TAHUN sebanyak 77 klien;
  • Karakteristik Klien Berdasarkan Pendidikan Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota untuk pendidikan SMA 112 orang klien;
  • Karakteristik Klien menurut jenis Zat Pada Layanan Klinik Pratama di BNNP & BNN Kab/Kota jenis shabu sebanyak 225 klien;
  • Tindaklanjut Pemprov NTB dengan menerbitkan SK Gubernur NTB nomor 354 – 145 Tahun 2019 dimana telah menetapkan 10 Desa/Kelurahan Bersinar Tingkat Provinsi yang ditunjuk dari masing-masing Kab/Kota se-Provinsi NTB
3. DATA TERKAIT BIDANG PEMEBRANTASAN
  • hasil pengungkapan kasus Narkotika BNNP NTB periode bulan Januari s.d Juni 2019 sebanyak 5 LKN, 6 TSK dan BB sebanyak 1.239,85 GRAM SHABU.
setelah pelaksanaan Press Release tersebut kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Bidang Pemberantasan BNNP NTB Pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 dengan berat BB yang dimusnakan seberat 787 (Tujuh ratus delapan puluh tujuh) gram yang selanjutnya akan dimusnahkan.


Jumat, 4 Oktober 2019

Apresiasi Presiden Jokowi untuk para Menteri di Sidang Kabinet Paripurna

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Kabinet Kerja atas kerja keras yang telah dilakukan selama lima tahun ke belakang. Bersama dengan jajarannya, Kepala Negara pada Kamis, 3 Oktober 2019, menggelar sidang kabinet paripurna dengan bahasan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN 2020 di Istana Negara, Jakarta."Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua menteri, semua kepala lembaga, atas kerja kerasnya selama lima tahun ini dalam membantu saya dan Bapak Jusuf Kalla dalam menjalankan visi dan program-program prioritas kita bersama," ujar Presiden dalam sidang kabinet itu.Saat pertama memimpin kabinet pada 2014 silam, Presiden mengatakan bahwa para menteri dan kepala lembaga negara dalam menjalankan tugasnya tidak sedang menjalankan visi dan misi masing-masing. Melainkan secara bersama menjalankan dan menyukseskan satu visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden agar semuanya berjalan beriringan menuju satu tujuan yang jelas."Kita lihat alhamdulillah dalam lima tahun ini telah banyak yang kita kerjakan dengan berbagai keterbatasan-keterbatasan yang ada dan juga masih banyak saya lihat masih ada pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan," kata Presiden.Dalam lima tahun terakhir, Presiden melanjutkan, pemerintah telah menyusun fondasi bagi pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan merata. Reformasi di bidang fiskal juga dilakukan pemerintah sehingga APBN menjadi semakin sehat dan semakin mandiri."Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesiasentris, bukan Jawasentris, dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur," imbuhnya.Selain itu, reformasi terhadap program perlindungan sosial dan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan juga diupayakan sehingga dapat menyentuh kurang lebih 40 persen masyarakat lapisan bawah.Ke depannya, Kepala Negara melihat adanya ruang bagi perbaikan dan peningkatan. Seperti halnya reformasi struktural yang telah dilakukan dalam beberapa tahun ke belakang yang dinilainya masih harus terus diupayakan dalam periode berikutnya."Memang belum besar-besaran sehingga kita harapkan nanti di lima tahun ke depan kita akan melakukan reformasi struktural ini secara besar-besaran dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas banyak aturan prosedur yang menghambat, yang berbelit-belit, yang kita punyai saat ini," ucapnya.Lebih jauh Presiden juga menegaskan bahwa fokus kerja pemerintah pada tahun anggaran 2020 mendatang ialah melakukan pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara besar-besaran tanpa meninggalkan program pembangunan infrastruktur yang telah dimulai lima tahun lalu."Karena itu saya minta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang menjadi fondasinya, sudah disusun selama lima tahun ini, bisa kita lanjutkan dan juga program pelatihan kewirausahaan, entrepreneurship, yang dimiliki masing-masing kementerian dan lembaga bisa disinergikan," tandasnya.Jakarta, 3 Oktober 2019 Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat PresidenErlin Suastini


Sabtu, 2 November 2019

Say No To Drugs

Sebelum kita bicara mengenai bahaya-bahaya narkoba, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa sih sebenarnya narkoba itu ? Narkoba adalah singkatan daru  Narkotika dan obat/bahan berbahaya. Narkoba sebenarnya merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien yang hendak dioperasi. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.Narkoba kini banyak disalahgunakan oleh orang. Terutama dikalangan generasi muda yang kian meningkat. Hal tersebut dapat membahayakan  keberlangsungan hidup generasi bangsa ini. Karena pemuda yang seharusnya menjadi calon penerus bangsa hancur masa depannya akibat sudah terjerumus kedalam lingkaran narkoba.Mengapa saya mengatakan demikian, karena efek samping dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri adalah dapat merusak fisik, mental, bahkan sosial seperti perubahan mood yang ekstrem, gangguan kepribadian, atau bahkan dapat merugikan pihak sekitar.Sebenarnya apasih penyebab orang menggunakan narkoba ? salah satu penyebab orang menggunakan narkoba ialah karena stres  dan keingintahuan mereka. Oleh karena itu, jika kalian stress ada baiknya kalian mengkonsultasikan kepada orang lain yang lebih ahli. Jadi di sini bisa saya katakana bahwa narkoba merupakan ancaman bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia. Maka dari itu kita sebagai generasi milenial harus bisa menjauhi segala macam bentuk narkoba. Serta memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba yang dapat menghancurkan hidup serta masa depan kita. Dan pastinya jangan lupa mengatakan Say no to Drug !! Alifia Putri Eldiana, SMA 2 Mataram( Terbaik 2 flash opini “NTB Gemilang Tanpa Narkoba 2019)Opini terbaik ke-2 pada kegiatan seminar menulis opini SAY NO TO DRUGS yang di selenggarakan Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud Prov. NTB pada Hari Sabtu, 2 November 2019 bertempat di Hotel Puri Indah Mataram.


Sabtu, 2 November 2019

Generasi Terancam Narkoba

Narkoba adalah suatu zat adiktif yang memberikan berbagai macam dampak bagi pengguna. Dalam bidang medis, narkotika dibutuhkan untuk proses operasi dan perihal kesehatan lain sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Berbeda dengan pengguna narkoba yang jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi dikonsumsi atas alasan yang tidak bisa dibenarkan seperti karena menginginkan ketenangan, terlihat lebih kuat agar tidak mudah lelah, dan berasumsi mengkonsumsi karena hanya ingin mencoba akibat diajak temanHingga kini banyak ditemukan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja terutama para pelajar. Hal itu menunjukkan jika para pelajar adalah sasaran empuk bagi para pengedar narkoba untuk memeprjualbelikan narkoba secara bebas. Pelajar yang terperangkap dalam lingkungan bebas dan pergaulan yang salah rentan terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk itu bagi remaja atau pelajar masa kini perlu pintar dalam memilih lingkungan dan pergaulan agar membawa pribadi menjadi lebih baik.Semua pihak perlu mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkotika. Narkotika merupakan zat yang dapat membawa lebih banyak dampak negatif daripada dampak positifnya jika digunakan secara berlebihan atau dalam artian disalahgunakan. Penggunaan narkotika di kalangan pelajar menyebabkan kecanduan, sehingga dapat merusak sel-sel dan dapat menghancurkan kreativitas yang dimilikinya. Tentunya hal ini membawa pelajar pada hancurnya masa depan dan hilangnya potensi diri dalam pengembangan diri. Dari beberapa dampak tersebut, tentunya akan menciptakan generasi kriminalSaat ini tidak hanya di kalangan pelajar yang terkena dari penyebarluasan narkoba. Namun juga di kalangan seniman maupun actor yang cenderung menjadi contoh bagi khalayak umum. Peristiwa ini tentunya dapat berpengaruh pada masyarakat yang seringkali menjadikan idolanya sendiri sebagai panutan.Dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat. Tentunya pemerintah memiliki program sebagai upaya mengurangi dan memberantas penggunaan narkotika. Berdasarkan hasil riset, Indonesia saat ini tengah berada dalam ancaman narkoba khususnya di NTB. Badan Narkotika Nasional NTB Bapak Deny Priadi S.Sos menyatakan jika narkoba semakin marak terjadi dan menjadikan NTB berada di posisi ke 10 dalam temuan kasus narkoba. Pemerintah memfokuskan penanganan ini dengan cara rehabilitasi, di mana hal ini dapat membantu  baik secara fisik maupun psikis yang terlibat dalam narkoba. Dengan kesempatan rehabilitasi ini, diharapkan masyarakat agar tidak perlu takut untuk melaporkan atau mengajak pihak yang terlibat narkotika untuk melakukan proses rehabilitasi.Untuk itu dibutuhkan adanya kerjasama antara pemerintah, aparat dan masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dengen generasi muda yang unggul, hingga menghasilkan SDM yang berkualitas tinggi, dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang aman dan nyaman bagi semua orang.(Terbaik I Flash Opini NTB Gemilang Tanpa Narkoba) Roro Diyan Chandra Putri , SMA NEGERI 4 MATARAM Opini terbaik pertama pada kegiatan seminar menulis opini SAY NO TO DRUGS yang di selenggarakan Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud Prov. NTB pada Hari Sabtu, 2 November 2019 bertempat di Hotel Puri Indah Mataram.


Sabtu, 2 November 2019

Generasi Terancam Narkoba

Narkoba adalah suatu zat adiktif yang memberikan berbagai macam dampak bagi pengguna. Dalam bidang medis, narkotika dibutuhkan untuk proses operasi dan perihal kesehatan lain sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Berbeda dengan pengguna narkoba yang jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi dikonsumsi atas alasan yang tidak bisa dibenarkan seperti karena menginginkan ketenangan, terlihat lebih kuat agar tidak mudah lelah, dan berasumsi mengkonsumsi karena hanya ingin mencoba akibat diajak temanHingga kini banyak ditemukan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja terutama para pelajar. Hal itu menunjukkan jika para pelajar adalah sasaran empuk bagi para pengedar narkoba untuk memeprjualbelikan narkoba secara bebas. Pelajar yang terperangkap dalam lingkungan bebas dan pergaulan yang salah rentan terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk itu bagi remaja atau pelajar masa kini perlu pintar dalam memilih lingkungan dan pergaulan agar membawa pribadi menjadi lebih baik.Semua pihak perlu mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkotika. Narkotika merupakan zat yang dapat membawa lebih banyak dampak negatif daripada dampak positifnya jika digunakan secara berlebihan atau dalam artian disalahgunakan. Penggunaan narkotika di kalangan pelajar menyebabkan kecanduan, sehingga dapat merusak sel-sel dan dapat menghancurkan kreativitas yang dimilikinya. Tentunya hal ini membawa pelajar pada hancurnya masa depan dan hilangnya potensi diri dalam pengembangan diri. Dari beberapa dampak tersebut, tentunya akan menciptakan generasi kriminalSaat ini tidak hanya di kalangan pelajar yang terkena dari penyebarluasan narkoba. Namun juga di kalangan seniman maupun actor yang cenderung menjadi contoh bagi khalayak umum. Peristiwa ini tentunya dapat berpengaruh pada masyarakat yang seringkali menjadikan idolanya sendiri sebagai panutan.Dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat. Tentunya pemerintah memiliki program sebagai upaya mengurangi dan memberantas penggunaan narkotika. Berdasarkan hasil riset, Indonesia saat ini tengah berada dalam ancaman narkoba khususnya di NTB. Badan Narkotika Nasional NTB Bapak Deny Priadi S.Sos menyatakan jika narkoba semakin marak terjadi dan menjadikan NTB berada di posisi ke 10 dalam temuan kasus narkoba. Pemerintah memfokuskan penanganan ini dengan cara rehabilitasi, di mana hal ini dapat membantu  baik secara fisik maupun psikis yang terlibat dalam narkoba. Dengan kesempatan rehabilitasi ini, diharapkan masyarakat agar tidak perlu takut untuk melaporkan atau mengajak pihak yang terlibat narkotika untuk melakukan proses rehabilitasi.Untuk itu dibutuhkan adanya kerjasama antara pemerintah, aparat dan masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dengen generasi muda yang unggul, hingga menghasilkan SDM yang berkualitas tinggi, dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang aman dan nyaman bagi semua orang.(Terbaik I Flash Opini NTB Gemilang Tanpa Narkoba) Roro Diyan Chandra Putri , SMA NEGERI 4 MATARAM Opini terbaik pertama pada kegiatan seminar menulis opini SAY NO TO DRUGS yang di selenggarakan Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud Prov. NTB pada Hari Sabtu, 2 November 2019 bertempat di Hotel Puri Indah Mataram.


Sabtu, 2 November 2019

Say No To Drugs

Sebelum kita bicara mengenai bahaya-bahaya narkoba, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa sih sebenarnya narkoba itu ? Narkoba adalah singkatan daru  Narkotika dan obat/bahan berbahaya. Narkoba sebenarnya merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien yang hendak dioperasi. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.Narkoba kini banyak disalahgunakan oleh orang. Terutama dikalangan generasi muda yang kian meningkat. Hal tersebut dapat membahayakan  keberlangsungan hidup generasi bangsa ini. Karena pemuda yang seharusnya menjadi calon penerus bangsa hancur masa depannya akibat sudah terjerumus kedalam lingkaran narkoba.Mengapa saya mengatakan demikian, karena efek samping dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri adalah dapat merusak fisik, mental, bahkan sosial seperti perubahan mood yang ekstrem, gangguan kepribadian, atau bahkan dapat merugikan pihak sekitar.Sebenarnya apasih penyebab orang menggunakan narkoba ? salah satu penyebab orang menggunakan narkoba ialah karena stres  dan keingintahuan mereka. Oleh karena itu, jika kalian stress ada baiknya kalian mengkonsultasikan kepada orang lain yang lebih ahli. Jadi di sini bisa saya katakana bahwa narkoba merupakan ancaman bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia. Maka dari itu kita sebagai generasi milenial harus bisa menjauhi segala macam bentuk narkoba. Serta memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba yang dapat menghancurkan hidup serta masa depan kita. Dan pastinya jangan lupa mengatakan Say no to Drug !! Alifia Putri Eldiana, SMA 2 Mataram( Terbaik 2 flash opini “NTB Gemilang Tanpa Narkoba 2019)Opini terbaik ke-2 pada kegiatan seminar menulis opini SAY NO TO DRUGS yang di selenggarakan Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud Prov. NTB pada Hari Sabtu, 2 November 2019 bertempat di Hotel Puri Indah Mataram.


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP NUSA TENGGARA BARAT

55

Total Kasus Narkoba

83

Total Tersangka Kasus Narkoba

323

Total Pasien Penyalahgunaan

754

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

82,309

Jumlah Sebaran Informasi